Tampilkan postingan dengan label resisten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resisten. Tampilkan semua postingan

FORECAST FOREX, 4 Januari 2011

EUR/USD

Bias masih bullish untuk jangka pendek terutama jika harga lanjutkan kenaikan di atas 1.3380 yang akan buka peluang pengujian area resitance 1.3500. Support terdekat 1.3270, dimana penembusan akan bawa perdagangan ke zona netral dengan area support 1.3200 – 1.3170.

Resistance Level : 1.3380, 1.3500, 1.3550
Support Level : 1.3270, 1.3200, 1.3170
Trading Range : 1.3270 – 1.3500
Trend : Potential Up




GBP/USD

Bias netral untuk jangka pendek, kita masih berada dalam fase koreksi bullish, namun selama harga bergerak di dalam channel bullish warna kuning skenario utama masih bullish. Support terdekat ada pada 1.5475, break dibawah area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju 1.5400 – 1.5350. Untuk pergerakan naik break diatas 1.5600 adalah sinyal buy menuju area 1.5675 – 1.5700.

Resistance Level : 1.5600, 1.5675, 1.5700
Support Level : 1.5475, 1.5450, 1.5350
Trading Range : 1.5450 – 1.5675
Trend : Ranging



Read More.....

Trading Ketika Market Sedang Sideway

Sideway :

“Pergerakan harga mata uang yang cenderung berbolak-balik dalam kisaran range tertentu.”

Pada artikel sebelunya pernah di bahas ketika keadaan sedang UpTrend dan DownTrend Menggunakan alat bantu Trend Line. Nah bagai mana jika kondisi market jika dalam keadaan sideway apakah tetap menggunakan garis Trand Line sebagai alat bantu.? Tentu saja tidak! Jika market dalam keadaan Sideways maka biasanya saya menggunakan Support dan Resistance. Sebenernya untuk menghitung Support dan Resistance ada rumusnya. Atau bisa dengan kalkulator Pivot. Tpi saya males menggunakannya. Saya lebih suka dengan melihat pergerakan Candle Stick sebelumnya.

Saya anggap rekan-rekan sudah mengerti apa itu support dan resistance, jadi langsung bagai mana menentukan support dan resistance tanpa harus menghitung menggunakan rumus atau calculator pivot poin.
  • Metode paling simple untuk menentukan level support dan resistance adalah dengan mencari level harga manakah yang paling sering disentuh.
  • Titik tertinggi dan terendah dari harga juga bisa menjadi level support dan resistance, terutama untuk chart periode long term
  • Gap harga yang tidak tertutup juga bisa menjadi level support dan resistance yang cukup bagus.
  • Metode ini bisa digunakan dalam berbagai time frame.
Bingung??? Coba kila lihat gambar.


Dengan melihat gambar di ats maka kita dapat menentukan support dan resistan tanpa harus menghitung
  • Untuk Open Posisi baik Sell/Buy di lakukan ketika cindle sudah menyentuk atau dekat dengan garis Support atau pun Resistance.
  • Utuk posisi Buy Stop Los di letakan di bawah garis Support, dan Take Profit di bawah garis Resistance.
  • Untuk Posisi Sell Stop Loss di letakan di atas garis resistance dan take Profit di atas Support.
  • Tip, Hati2 jika akan dirilisnya News. Biasanya harga akan cepat sekali berubah.
Selesai ….
Semoga Bermanfaat.

"Semoga Ilmu Trading Forex Anda semakin Maju"

Read More.....

Pivot Point

Pivot Point adalah level harga teknikal yang digunakan untuk menganalisis dan memperkirakan pergerakan harga, yang perhitungannya diperoleh dari rata-rata harga terpenting (high, low dan close) sebuah instrumen dalam periode tertentu.

Unsur dan cara perhitungan Pivot Point

Umumnya unsur terpenting harga yang di jadikan dasar perhitungan pivot point adalah high, low dan close, namun variasi yang muncul akibat berkembangnya penggunaan pivot point memungkinkan penambahan unsur open.

* Open: Harga pembukaan perdagangan sebuah instrumen dalam periode tertentu
* High: Harga perdagangan tertinggi dari sebuah instrumen dalam periode tertentu
* Low: Harga perdagangan terendah dari sebuah instrumen dalam periode tertentu
* Close: Harga penutupan perdagangan sebuah instrumen dalam periode tertentu

Perhitungan Pivot Point

Dasar perhitungan Pivot point diperoleh dari penjumlahan harga high, low dan close kemudian di bagi 3:



Namun selain dengan cara di atas, Pivot point juga dapat diperoleh dari beberapa variasi misalnya dengan menambahkan unsur open sebelumnya kemudian di bagi 4:



Atau menambahkan harga high, low, dan close periode sebelumnya, tambah open periode sekarang kemudian di bagi 4:


Variasi yang lain adalah dengan cara menambahkan bobot yang dianggap penting, misalnya dengan cara lebih menekankan pada penutupan pasar:


Perhitungan support dan resistance dari pivot point dapat diperoleh melalui formula:

* R2 = P + (H - L)
* R1 = P + (P - L)
* S1 = P + (P + H)
* S2 = P - (H + L)

Penggunaan Pivot Point

Penggunaan dasar pivot point sebagai alat prediksi dengan cara menjadikan pivot point sebagai titik awal pergerakan harga, sehingga setiap pergerakan yang melewati level pivot point dapat diasumsikan bullish atau bearish sesuai arah pergerakan harga. Pivot point memberikan dua kegunaan yang berbeda dan penting bagi trader; 1.

Menentukan tren pasar jangka pendek

Metode ini dapat diperoleh dengan cara membandingkan pergerakan harga dengan pivot point. Jika harga bergerak ke atas dan berhasil melampaui pivot point, maka tren dapat dianggap bullish dan sebaliknya, jika harga bergerak ke bawah dan berhasil melewati pivot point, maka trend dapat dikatakan bearish. Hal yang perlu diingat dalam proses identifikasi tren melalui pivot adalah asumsi tren hanya dapat dipegang dalam jangka waktu tertentu saja, sesuai dengan periode atau time frame grafik yang digunakan. Jika pivot point diambil dari grafik daily, maka perhitungan pivot baru akan diperoleh pada saat penutupan pasar, sehingga pivot sebelumnya sudah tidak lagi berlaku.

2. Menentukan level Entri dan exit

Selain untuk menganalisis tren, terlampuinya level pivot dapat digunakan sebagai level entri dan exit. Umumnya level-level tersebut diperoleh melalui penggunaan support dan resistance pivot point.

Sebagai contoh misalnya seorang trader yang berorientasi trend following dapat menempatkan order posisi beli beberapa tick di atas level resistance (buy stop) dan menempatkan stoploss beberapa tick di bawah level support, atau sebaliknya menempatkan posisi jual beberapa tick di bawah level support (sell stop) dan stoploss beberapa tick di atas resistance.

Contoh Penggunaan Pivot Point


Seorang trader lain juga dapat menggunakan metode yang berbeda, dengan menempatkan posisi jual beberapa tick di bawah resistance penting (sell limit), dan menempat stoploss beberapa tick di atas resistance. Atau juga sebaliknya, menempatkan posisi beli beberapa tick di atas level support (buy limt), dan menempatkan stoploss beberapa tick di bawah support.

Read More.....