Tampilkan postingan dengan label Ichimoku Kinko Hyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ichimoku Kinko Hyo. Tampilkan semua postingan

Mengenal Ichimoku Kinko Hyo (Part2)

Mengenal Ichimoku Kinko Hyo (Part2)

Strategi Trading

Salam profit bagi trader semua. Pada kesempatan Yang lalu saya telah mengenalkan indicator Ichimoku Kinko Hyo. Dan pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana kita menggunakan Ichimoku Kinko Hyo ini sebagai Strategi Trading Kita.

Langsung Masuk Materi Simak Dengan teliti.

Kumo/Cloud

Kumo yang berarti awan dalam bahasa Indonesia, merupakan konsep yang terpenting dan terunik yang perlu dipahami terlebih dahulu. Kumo terbentuk akibat adanya perbedaan antara dua garis Span A (1st span) dan Span B (2nd span). Para trader yang menggunakan Ichimoku sering menggunakan istilah Up Kumo dan Down Kumo untuk menggambarkan posisi awan yang terbentuk pada grafik. Up Kumo terjadi ketika garis Senkou Span A berada di atas garis Senkou Span B. Dan sebaliknya Down Kumo terbentuk ketika garis Senkou SpanA berada di bawah garis Senkou SpanB.

Penggunaan Kumo

Kumo ini digunakan dalan 3 hal, yaitu untuk mengidentifikasi Trend, identifikasih area support dan resistance, dan sebagai indicator volatilitas harga. Kita bahas satu persatu fungsi Kumo.

  1. Trend
Seorang trader dapat dengan mudah mengenali trend dengan cara yang sangat sederhana, yakni dengan membandingkan posisi kumo terhadap harga.
  • Jika Kumo berada dibawah harga, maka trend secara keseluruhan diasumsikan bullish.
  • Jika Kumo bergerak di atas harga maka asumsi keseluruhan tremd adalah bearish.
  • Dan jika harga bergerak diantara area Kumo maka asumsi trend adalah sideways atau bias.

Trend Bearish


Trend Bullish

2. Support dan Resistance

Pedoman yang digunakan untuk dasar penentuan support dan resistance cukup sederhana, hanya dengan menjadikan garis kumo sebagai patokan penentuan support dan resistance.

  • Ketika Uptrend, garis bagian atas kumo akan berperan sebagai support pertama. Sedangkan garis atau batas bawah Kumo berperan sebagai Support Lanjutan
  • Dan sebaliknya, ketika Trend Turun (ketika kumo berada di atas harga) maka bagian terendah dari Kumo akan berfungsi sebagai resistance pertama dan bagian tertingginya sebagai Resistance lanjutan



3. Volatilitas

Jika kita perhatikan Kumo memiliki ketebalan yang berbeda, sesuai dengan pergerakan harga. (ketebalan ini merupakan jarak antara dua garis pembentuk kumo Senkou Span A&B). Semakin tebal kumo, maka semakin tinggi pula volatilitas pergerakan harga. Dan demikina pula sebaliknya.

Hal ini terjadi karena perbedaan periode antara garis Senkou Span A dan B. Tingginya volatilitas harga akan memaksa garis span A menjauh dari span B, dan membentuk ketebalan kumo itu sendiri. Dan sebaliknya jika volatilitas kecil maka span A akan mendekan ke span B dan ketebalan Kumo akan menipis.



Melalui Identifikasi seperti ini, Pengguna Ichimoku Kinko Hyo akan lebih mudah menyimpulkan kapan akan terjadi Reversal atau perubahan Trend.
• Down Trend dimulai setelah harga berhasil menembus area Up Kumo.
• Up Trend dimulai ketika harga berhasil menembus area Down Kumo.




Trimakasih.
Jangan lupa Komentar nya ya.....
dan saran

Read More.....

Belajar Membaca Signal Ichimoku

Salam Profit,

Saat ini saya akan berbagi pengalaman mengenai indikator forex ichimoku. Saya yakin banyak trader sudah pernah mendengar mengenai indikator ini tetapi belum banyak yang menggunakannya sebagai acuan trading forex..

Indikator forex Ichimoku memiliki beberapa parameter, yaitu Tenkan, Kijun, Senkou. (Silahkan set Default-nya saja). Tetapi di grafik tergambar beberapa bagian yaitu Chinkou span, Kijun sen, Tenkan sen, Senkou span A dan B.
Bagaimana cara membaca indikator ichimoku di grafik ? TimeFrame berapa saja yang cocok menggunakan indikator ini ?
Mari kita bahas satu per satu bagian dari indikator forex ini.
Pertama, Chinkou span. Garis ini merupakan harga saat ini (running price) yang digambarkan dalam Line chart (close price) mundur ke belakang sebanyak seting parameter (default 26). Dengan kata lain, nilai chinkou span sama dengan harga running dan digambarkan 26 candle ke belakang.
Cara membacanya adalah jika chinkou span melewati/crossing candle chart dari bawah ke atas sebagai tanda Bullish dan sebaliknya jika chinkou span melewati/crossing candle chart dari atas ke bawah sebagai tanda Bearish (lihat gambar di bawah ini).

Kedua, Tenkan dan Kijun sen. Garis ini merupakan modifikasi dari Exponential Moving Average (EMA) dengan parameter default 9 dan 26. Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh bagaimana modifikasinya (terlalu makan waktu). Yang penting cara membacanya yaitu jika Tenkan line melewati/crossing Kijun line dari bawah ke atas menandakan bullish dan sebaliknya jika Tenkan line melewati/crossing Kijun line dari atas ke bawah menandakan bearish. Atau kita juga bisa membacanya sebagai berikut : jika Tenkan line berada di bawah Kijun line maka tren sedang bearish dan sebaliknya.
Ketiga, Senkou span. Senkou span ini ada dua garis, yaitu Senkou span A dan B. Wilayah diantara Senkou tersebut biasa disebut sebagai Ichimoku Cloud. Cara membacanya adalah jika harga berada di atas cloud, trend sedang bullish dan sebaliknya.Dan jika harga berada di dalam cloud artinya trend tidak jelas/sideways.

Beberapa signal indikator forex ichimoku :

Strong Bullish harus memenuhi kriteria : Harga saat ini (running price) berada di atas cloud, Chinkou span di atas cloud, dan Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di atas cloud.

Medium Bullish harus memenuhi kriteria : Harga saat ini (running price) berada di atas cloud, Chinkou span di atas cloud, dan Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di dalam cloud.

Weak Bullish harus memenuhi kriteria : Tenkan line melewati Kijun line dari bawah ke atas terjadi di bawah cloud, Harga saat ini (running price) di bawah cloud, tetapi Chinkou span ada di atas.
Signal bearish berlaku kebalikan.

Jelas , ada beberapa kombinasi yang bisa diterapkan dalam membaca indikator forex ichimoku untuk menentukan tren. Untuk sementara baru itu saja yang bisa saya share. Sebenarnya masih ada beberapa tips untuk membaca indikator ichimoku ini yang biasa saya gunakan, tapi I'll save the best for last. ciayo....

Read More.....