Senin, 30 januari 2011
Dollar AS unjuk kekuatan terhadap sebagian besar mata uang utama seiring kerusuhan antara polisi dan demonstran yang kian memuncak di Mesir, mendorong permintaan untuk mata uang yang lebih aman. Pound Mesir diperdagangkan di dekat level rendah 6-tahun terhadap greenback pasca Fitch Ratings menurunkan outlook rating hutang Mesir menjadi "negatif" dari "stabil", dengan alasan kerusuhan yang terjadi telah meningkatkan "ketidakpastian" terhadap prospek politik dan ekonomi.
"Ini merupakan risk aversion klasik yang dipicu oleh kekhawatiran geopolitik," kata Paresh Upadhyaya, kepala strategis pada Bank of America Corp. di New York. "Mendorong harga minyak, emas dan Dollar menjadi lebih tinggi. Menyebabkan penurunan pada Euro dengan Franc Swiss kembali mendapatkan status safe haven-nya." Polisi Mesir menembakkan gas air mata saat ribuan demonstran bergerak ke Tahrir Square Kairo, yang diikuti pelemparan batu terhadap truk-truk yang yang mengangkut polisi anti huru hara. Polisi juga membatasi akses internet dan ponselponsel, serta menahan para pemimpin senior dari Muslim Brotherhood, kelompok oposisi utama.
Tampilkan postingan dengan label dollar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dollar. Tampilkan semua postingan
Data Fundamental Berpihak Pada Dollar AS
Dollar AS berhasil mencatat penguatan terbesar dalam 3 bulan terhadap Yen seiring laporan yang menunjukkan perusahaan-perusahaan AS menambah pekerjaan hampir 3 kali lipat dari perkiraan pada bulan Desember dan pertumbuhan industri jasa yang berada pada laju tercepat sejak Mei 2006. Sementara Euro terjatuh versus sebagian besar rivalrival utama setelah Swiss National Bank mengatakan tidak akan menerima obligasi dari beberapa bank Irlandia sebagai jaminan. Dollar Kanada dan Peso Meksiko menunjukkan kinerja terbaik versus Yen, dipicu bukti pemulihan ekonomi di Amerika Utara menjelang rilis data tenaga kerja AS akhir pekan ini.
"Jika Anda memperkirakan upah dalam jumlah yang besar, maka dampaknya akan terlihat pada Dollar-Yen," kata Greg Anderson, analis valas Citigroup Inc. di New York. Dollar melaju sekitar 1,5% hingga ¥83.34 di New York dari ¥82.04 kemarin, kenaikan harian terbesar sejak 15 September dan level tinggi sejak 23 Desember. Dollar mungkin dapat melanjutkan kenaikan hingga ¥85 di akhir minggu jika laporan upah dirilis dengan angka yang kuat, menurut Anderson.
"Jika Anda memperkirakan upah dalam jumlah yang besar, maka dampaknya akan terlihat pada Dollar-Yen," kata Greg Anderson, analis valas Citigroup Inc. di New York. Dollar melaju sekitar 1,5% hingga ¥83.34 di New York dari ¥82.04 kemarin, kenaikan harian terbesar sejak 15 September dan level tinggi sejak 23 Desember. Dollar mungkin dapat melanjutkan kenaikan hingga ¥85 di akhir minggu jika laporan upah dirilis dengan angka yang kuat, menurut Anderson.
Outlook 2011 Sterling Tidak Bagus
Sterling menguat terhadap dollar seiring naiknya harga rumah Inggris; ini sinyalkan pasar properti tidak akan terpuruk seperti tahun 2008. Harga rumah meningkat 0,4% di Desember, kenaikan pertama sejak Mei dan lebih baik dari estimasi penurunan 0,3%.
Sterling tidak alami pelemahan lebih lanjut karena investor lebih khawatir dengan krisis utang zona-euro dan longgarnya kebijakan moneter & fiskal AS, yang telah berhasil menekan euro dan dollar disaat indikator ekonomi Inggris cukup baik. Namun, terhadap mata uang seperti dollar Australia, dollar Kanada, franc Swiss, dan yen, kinerja sterling cukup buruk dan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2011.
"Performa sterling tidak terlalu bagus dan ini akan berlanjut di semester pertama 2011,”ungkap Maurice Pomery, konsultan Strategic Alpha. Ada kekhawatiran Inggris akan berikan lebih banyak berita buruk di 2011 seiring berlanjutnya kenaikan klaim pengangguran, pemangkasan anggaran belanja pemerintah, dan kenaikan pajak yang akan grogoti tenaga pemulihan ekonomi.
Sterling tidak alami pelemahan lebih lanjut karena investor lebih khawatir dengan krisis utang zona-euro dan longgarnya kebijakan moneter & fiskal AS, yang telah berhasil menekan euro dan dollar disaat indikator ekonomi Inggris cukup baik. Namun, terhadap mata uang seperti dollar Australia, dollar Kanada, franc Swiss, dan yen, kinerja sterling cukup buruk dan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2011.
"Performa sterling tidak terlalu bagus dan ini akan berlanjut di semester pertama 2011,”ungkap Maurice Pomery, konsultan Strategic Alpha. Ada kekhawatiran Inggris akan berikan lebih banyak berita buruk di 2011 seiring berlanjutnya kenaikan klaim pengangguran, pemangkasan anggaran belanja pemerintah, dan kenaikan pajak yang akan grogoti tenaga pemulihan ekonomi.
Label:
dollar,
frank swiss,
news,
Sterling
Langganan:
Postingan (Atom)