Tampilkan postingan dengan label euro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label euro. Tampilkan semua postingan

Euro Terkoreksi Oleh Kekhawatiran Hutang

Rabu, 9 Maret 2011

Euro tergelincir terhadap Dollar AS pada hari Selasa, menghentikan rally yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga zona Euro dan masih berpeluang terkoreksi lebih dalam akibat kemunculan kembali kekhawatiran atas masalah hutang kawasan. Dollar melonjak hingga 1% terhadap Franc Swiss, sementara Euro kehilangan tenaga pasca rally ke level tinggi 4-bulan di atas $1.40 yang dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada bulan depan.

Ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga zona Euro pada bulan April yang telah diantisipasi sebagian besar pasar, ditambah sebuah data yang menunjukkan para spekulan terus menambah posisi long Euro, membuat koreksi pendek pada euro bukanlah kejutan. "Menurut Kami, tekanan jual EUR/USD akan menuju area 1.3880-1.3850," kata seorang trader di london. Dengan tertembusnya level tinggi Februari di $1.3862, maka level support berikutnya berada di $1.3830, level rendah hari Kamis sebelum komentar hawkish Presiden ECB Jean-Claude Trichet. Di bawah level tersebut, Euro mungkin saja menuju $1.35.

Read More.....

Trichet Hawkish, Euro Optimis

Jumat, 4Maret 2011

Euro melesat mendekati level tertinggi 4-bulan terhadap Greenback pada perdagangan hari Kamis, seiring Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengatakan bahwa para pembuat kebijakan tengah berada dalam “kewaspadaan tinggi” terhadap inflasi dan sebuah kenaikan suku bunga “mungkin” saja terjadi pada awal bulan depan, meskipun bukan merupakan awal dari serangkaian kenaikan suku bunga. "Pasar menanggapi komentar Trichet secara agresif," kata Neil Jones, kepala hedge fund Eropa pada Mizuho Corporate Bank Ltd. di London. "Tidak diragukan lagi, komentar Trichet sangat hawkish. Yang kian mendekatkan pasar pada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat."

Pejabat ECB yang dipimpin oleh Trichet telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama pada tingkat 1%, yang sesuai dengan perkiraan para ekonom dalam sebuah survey. Rilis angka Penjualan Ritel Uni Eropa untuk bulan Januari juga menunjukkan peningkatan melebihi ekspektasi pasar. ECB pernah menggunakan ungkapan "kewaspadaan tinggi" secara berulang-ulang dalam siklus kenaikan suku bunga tahun 2005-2007, menjelang satu bulan sebelum kenaikan suku bunga, namun hal ini hanya kebiasaan. Inflasi zona Euro ada pada tingkat 2.4% bilan lalu, di atas target ECB yaitu 2%.

Read More.....

Komentar ECB’s Trichet Perkuat Euro

Kamis, 3 Maret 2011

Monexnews - Euro lanjutkan reli setelah ECB's Trichet kembali tegaskan ancaman inflasi yang kini menjadi tantangan bagi bank sentral. "Outlook inflasi beresiko meningkat dimana kenaikan harga energi merupakan faktor utama yang menambah tekanan inflasi. Masih ada ketidakpastian, namun aktivitas ekonomi masih positif," ungkap Trichet.

Trichet hilangkan komentar 'tingkat suku bunga yang sesuai' dalam konverensi pers; indikasi bank sentral tengah bersiap untuk merubah kebijakan moneternya. Pasar keuangan telah perkirakan ECB akan segera menaikkan suku bunganya, lebih dahulu dari Fed; ini merupakan alasan utama yang mendukung penguatan euro.

ECB's Trichet juga katakan akan lakukan apapun demi menjaga stabilitas harga. "Keputusan suku bung bergantung pada perkembangan indikator ekonomi. Meskipun kenaikan suku bunga belum pasti; ini mungkin terjadi pada pertemuan berikutnya di bulan April," papar pimpianan bank sentral Eropa. (fir)

Read More.....

Euro Resah Menanti Kebijakan

Jumat, 11 Februari 2011

Euro tergelincir terhadap Dollar AS pada hari Kamis di tengah keraguan atas kurangnya langkahlangkah kebijakan yang konkrit dalam mengatasi krisis hutang zona Euro memukul sentimen dan mendorong kenaikan yield obligasi negara-negara bermasalah. Mata uang tunggal ini tertekan setelah yield obligasi 10-tahun yang diterbitkan oleh Portugal, negara yang dinilai memiliki resiko terbesar untuk meminta bailout, menembus rekor tertinggi dan memperlebar selisih terhadap obligasi safe haven Jerman.

Para pedagang juga mengatakan akun pemerintah Asia telah menjual Euro secara terus menerus pada awal sesi perdagangan Eropa, seiring pelaku pasar berspekulasi bahwa permintaan Asia untuk mata uang tunggal ini telah berkurang. Momentum kenaikan Euro sirna seiring investor harus menunggu hingga Maret untuk mendapatkan rincian langkah-langkah tambahan dalam mengatasi krisis hutang zona Euro, yang kembali memangkas perkiraan kenaikan tingkat suku bunga zona Eropa.

Read More.....

Rally Euro Masih Tertahan

Rabu, 9 Februari 2011

Euro berhasil pulih hari Selasa, terdongkrak oleh permintaan dari bank sentral di Asia dan juga pembelian Euro terhadap Aussie pasca kenaikan suku bunga Cina memicu kecemasan terhadap pertumbuhan dan permintaan komoditas. Namun analis mengatakan rally Euro masih akan tersendat mengingat komentar Presiden ECB Jean-Claude Trichet minggu lalu telah memadamkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Para pedagang berpendapat selama Euro bergerak dibawah $1.3680, bias euro masih lemah.

"Banyak gossip yang beredar mengenai aksi beli dollar dalam jumlah besar oleh bank sentral di Asia sebagai upaya intervensi melemahkan mata uang mereka, yang terlihat bersamaan dengan aliran dana cadangan ke Euro," kata Richard Franulovich, strategis mata uang senior pada Westpac, New York. "Meskipun jika diperhatikan, Euro telah terluka sejak komentar Trichet yang kurang hawkish minggu lalu." Aksi beli Euro terhadap Dollar Australia pasca kenaikan suku bunga Cina juga turut memberi kontribusi positif bagi mata uang tunggal zona Euro itu.

Read More.....

Euro Tertekan Setelah Komentar Trichet & Klaim Pengangguran AS

Kamis, 3 Februari 2011

Euro lanjutkan pelemahan setelah ECB's Trichet berikan nada yang tidak begitu hawkish setelah bank sentral menahan suku bunga di level rendah 1%. "Tekanan inflasi hanya bersifat sementara dan lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas terutama energi. Kenaikan indeks harga konsumen sesuai perkiraan dan inflasi akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang; namun tekanan inflasi akan mereda di pertengahan tahun. Pertumbuhan ekonomi masih rendah dan kenaikan harga komoditas beresiko bagi GDP. Permintaan domestik akan menopang ekonomi dan ekspor diuntungkan oleh berlanjutnya pemulihan global. Tingkat suku bunga saat ini masih sesuai," ungkap Trichet.

Sementara itu, indikator ekonomi kembali tegasnya berlanjutnya pemulihan ekonomi AS. Klaim pengangguran berkurang menjadi 415.000, lebih baik dari prediksi 420.000 dan revisi publikasi sebeumnya 457.000. Euro lanjutkan penurunan setelah data klaim pengangguran dirilis dan komentar ECB's Trichet. Euro kini diperdagangkan 1.3680, dekat level rendah 1.3672

Read More.....

Data Ekonomi Zona Eropa Dukung Relly Euro

Rabu, 2 Februari 2011

Euro terus menguat versus Dollar AS pada hari Selasa hingga ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pasca solidnya data ekonomi zona Euro, meskipun rally dapat segera mereda mengingat masih tersisa kekhawatiran atas masalah hutang kawasan. Meredanya kecemasan atas kerusuhan politik di Mesir juga telah memberi dukungan bagi mata uang tunggal zona Euro ini. Namun analis memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kejatuhan global telah teratasi. "Euro akan selalu diterpa aksi jual setiap kali mendekati $1.40," kata Firas Askari, kepala perdagangan forex pada BMO Capital Markets di Toronto. "Masih ada beberapa masalah fundamental utama di Eropa yang belum terselesaikan," tambahnya.

Para pelaku pasar juga melaporkan adanya pembelian dari investor Timur Tengah, serta pemerintah Asia yang terlihat membeli kembali posisi Euro yang mereka lepas di awal hari. Data hari Selasa menunjukkan penurunan tingkat pengangguran di Jerman dan data akhir PMI yang kuat, menunjukkan kemajuan menyeluruh pada pemulihan zona Euro.

Read More.....

Data Inflasi Zona Eropa Berdampak Posistif

Selasa, 1 Februari 2011

Euro beranjak naik terhadap Dollar AS pada hari Senin setelah inflasi zona euro yang di atas perkiraan tetap menjaga pandangan bahwa suku bunga Eropa akan naik lebih cepat dari yang diperkirakan. Data tersebut telah membantu Euro untuk pulih akibat pembelian Dollar AS, Swiss Franc dan Yen sebagai safe haven, akibat kerusuhan di Mesir, yang menurut analis kenaikannya akan terbatas kecuali kerusuhan menyebar ke negara-negara lain. Pelaku pasar melihat adanya dukung lebih lanjut dari aksi beli investor Timur Tengah pasca dirilisnya data inflasi zona Eropa yang naik pada tingkat tahunan sebesar 2,4% di bulan Januari dari 2,2% bulan sebelumnya, melebihi perkiraan kenaikan 2,3%.

"Presiden ECB Jean-Claude Trichet telah memperingatkan adanya resiko kenaikan inflasi, dan data ini sangat direspon pasar," kata Kit Juckes, strategis pada Societe Generale. "Kerusuhan Mesir penting, karena menjadi katalis untuk koreksi risk appetite dibanding mendorong risk aversion," tambahnya. Tingkat inflasi zona Euro berada di atas target ECB yaitu dibawah 2% dan itu positif bagi euro akibat pandangan bahwa ECB akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari Federal Reserve AS.

Read More.....

Pertemuan Uni Eropa, Gagal Angkat Euro

Euro mengalami pelemahan dalam dua hari terhadap USD dan JPY. Kesepakatan menkeu Eropa dikhawatirkan gagal mengatasi krisi utang. Dalam pertemuan kemarin, menkeu Eropa tidak mengambil langkah cepat untuk menjinakkan krisis sementara berjanji mendorong jaring pengaman bagi negara yang terkena utang.

Mata uang tunggal melemah terhadap 13 dari 16 mata uang yang diperdagangkan. Sementara, Aussie melemah terhadap semua mata uang akibat spekulasi Bank Sentral China kemungkinan masih akan melakukan pengetatan kebijakan moneter, membatasi permintaan pada aset dengan yield tinggi.

"Pasar sepertinya kecewa dengan langkah minim dari Eropa untuk mengatasi krisis," kata Takashi Kudo, General Manager of Marketing Information services di NTT SmartTrade Inc, unit dari Nippon Telegraph & Telephone Corp di Tokyo. "Posisi masih bias sell pada EUR."

Euro melemah ke $1.3272 pada pukul 09.35 WIB dari level $1.3294 di sesi New York kemarin.

Read More.....